December 8, 2006

Admin Juga Manusia 2.0 ™

Filed under: Oemoem

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Kayaknya posting saya di sini sudah sampai di hujung jalan. Saya pingin nyoba hosting blog baru di affanzbasalamah.wordpress.com. Katanya sih lebih oke fasilitasnya, lebih mudah buat saya yang nggak canggih ngopreknya. Kasihan diri saya ini yang sudah males ngoprek, tahunya ketik dan jadinya harus bagus. Lebih baik ganti fasilitas yang lebih baik dan tinggalkan barang lama yang susah dioprek.

Sudah dari tanggal 1 Februari 2005, sekarang saya akan nonaktifkan blog ini, dan insyaAllah semua posting-posting baru saya akan ada di blog saya yang baru. Yang lama ini dibiarin aja, dijadikan artifak. Mau migrasi juga males. Biarin lah apa adanya.

Maaf atas comment-comment yang tidak semuanya dapat saya balas.

Udah deh, gitu aja,
Silap salah ampun maaf,

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

December 3, 2006

Ganti Notebook

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Akhirnya setelah hampir dua tahun mengabdi, notebook Thinkpad X20 ku akhirnya pensiun dengan sukses, dengan alasan “berputih layar”, yaitu kabel penghubung antara VGA komputer dengan LCD nya rusak.

Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT akhirnya saya sudah mendapat gantinya yaitu IBM Thinkpad X40 yang lebih “power”, dengan spek Pentium M 1.3 MHz GHz, RAM 768 MB, Harddisk 40 GB, serta Gigabit Ethernet dan Wireless LAN 802.11a/b/g. Notebook ini saya beri nama “Zulfakar”, mengambil keberkatan nama pedang Rasulullah SAW, agar notebook ini dapat dipakai untuk perjuangan Islam serta kebaikan dan keselamatan umat manusia (ciee) ;)

Ini foto notebook saya disebelah kanan ketika disandingkan dengan sebuah “notebook” yang lebih ramah lingkungan, tidak membutuhkan catudaya listrik, dan bebas dari virus, worm dan trojan :)

Notebook dan Notebook

Terimakasih banyak saya ucapkan kepada pimpinan USDI-ITB dan Husni yang telah membantu terselenggaranya upgrade notebook ini.

wass.wr.wb.

August 30, 2006

CMS Baru

Filed under: Oemoem

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Saya akhirnya punya mesin CMS baru di http://affan.cnrglab.itb.ac.id. Mesin ini saya setup karena saya ingin punya content system yang lebih fleksibel daripada blog. Nggak tahu juga sih apakah saya akan tetap melanjutkan menulis di sini, bisa iya, bisa nggak.

Isinya macem-macem, mulai dari artikel tentang Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi, tentang computer networks, image gallery, radio streaming, rss feed, dan lain-lain.

Selamat menikmati!

wass.wr.wb.

August 25, 2006

Bikin mesin hosting dengan VMware Server

Filed under: Computer, Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Sudah agak lama nggak nulis, ini cuma sekedar mendokumentasikan oprekan saja.

Saat ini saya lagi iseng main VMware Server, aplikasi gratisan dari VMware yang berfungsi sebagai server virtualization. Kasarnya itu adalah membuat banyak komputer virtual dalam satu server fisik. Untungnya banyak, mulai dari menghemat resource datacenter (listrik, komputer, disipasi panas, penyejuk ruangan) sampai kemudahan administrasi (backup virtual machine terlalu mudah dilakukan).

Stepnya kira-kira begini :

1. Siapkan sebuah komputer yang agak kenceng. Kalau saya sih pakai nya AMD Opteron 200 1,8GHz, RAM 1GB, Harddisk 120 GB, dan dual gigabit ethernet.
2. Install Linux Ubuntu sesuai prosedur yang ada di Instalasi Ubuntu dari Howto Forge ini.
3. Install VMware Server sesuai prosedur yang ada di Instalasi VMware Server dari Howto Forge ini.

Langsung saya install beberapa Guest OS, mulai dari FreeBSD, Windows 2000 dan 2003, Linux Ubuntu dan Solaris.

Ini salah satu tips untuk instalasi FreeBSD yang cukup keren yang saya baca di VMware Forum ini. Tips ini dipakai untuk membuat FreeBSD menggunakan driver ethernet Intel e1000 (em0) menggantikan driver AMD PCNet (lnc0) bawaan default dari VMware. Saya juga sempat coba pakai VMware Tools, cuma nggak berhasil.

Untuk Backup, saya coba pakai rdiff-backup, aplikasi incremental backup dan restore sebuah direktori, baik itu local dan remote. Karena dia incremental backup, jadi hanya backup pertama saja yang besar dan lama, sisanya cukup diff nya saja. Contoh oprekan rdiff-backup itu bisa dilihat di Howto Forge, tetapi belum sempat saya praktekkan.

Lagi kepikiran untuk bikin script backup untuk Guest OS ini dengan rdiff-backup, sehingga semua Guest OS bisa dibackup dan direstore dengan mudah. Dengan cara ini, misalnya web server kita kena hack, kita cukup restore dari rdiff-backup, kurang dari 5 menit, sistem sudah up lagi, kayak nggak ada apa-apa. Enak kan ?? ;) Kalau sudah jadi, akan saya post di sini.

Dari pengamatan sekilas, performa sistem komputer virtual ini tidak jauh berbeda dengan sistem komputer yang dedicated. CPU sistem baru naik jika saya jalankan proses compile di Guest OS. Kalau nggak ada apa-apa, ya anteng aja si VMware Servernya.

Saya lihat sistem virtual ini cocok untuk hosting sistem informasi di sebuah kampus yang bebannya nggak gila-gilaan, moderate to low. Terutamanya sistem LAMP (linux apache mysql php/perl/python) yang diisi aplikasi CMS (joomla, drupal, wiki).

Sementara gitu dulu. Mudah-mudahan berguna.

Wassalamu ‘alaikum .wr.wb.

April 19, 2006

Naik Pesawat Cessna Grand Caravan

Filed under: Oemoem

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pada tanggal 17 April kemarin saya pergi mengikuti meeting AI3 di Hua Hin, Thailand. Mestinya ini cuma seperti pergi meeting biasa seperti sebelumnya, tetapi ini jadi agak spesial karena untuk menuju tempat meeting di Hua Hin ini saya menggunakan jasa penerbangan SGA yang menyediakan rute Bangkok-Hua Hin.

Terima kasih kepada Enda yang memastikan bahwa semua peserta meeting dari ITB sudah confirm terdaftar pada penerbangan SGA ini.

Yang menarik dari penerbangan ini adalah pesawatnya. Pesawatnya adalah Cessna Grand Caravan yang mampu menampung 12 orang penumpang. Asik juga sih naiknya. Pertama sih agak kuatir kalau penerbangannya agak2 bumpy, tapi syukur Alhamdulillah cuaca cerah, dan pengalaman penerbangannya sangat mengasyikkan.

Di depan pesawat
Foto dulu sebelum naik pesawat ;)

Cockpit sore hari
Rugi dong kalau nggak duduk persis di belakang pilot dan melihat cockpit.

Kayak main flight simulator 2005 ;)
Persis seperti main Flight Simulator!

Kebetulan saya pernah main Flight Simulator, dan saya pernah menerbangkan (di komputer) pesawat sejenis Cessna ini. Wah memang persis betul. Ada indikator kompas, airspeed, vertical speed, dan sebagainya. Untuk terbang dari tempat satu ke tempat yang lain tinggal perhatikan koordinat dari GPS saja. Pada foto diatas, ada LCD yang berisi pandangan peta GPS.

Gampang kan ? Ya kalau cuma take-off dan terbang saja sih gampang, tapi pilot itu baru diakui sebagai pilot kalau dia bisa MENDARAT :)

Wass.wr.wb.

March 27, 2006

Bentuk Paket Distribusi Aplikasi Open Source

Filed under: Computer, Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Sudah umum kita ketahui bahwa saat ini perangkat lunak Open Source berkembang dengan cepat. Makin populer saja. Banyak orang yang sudah tahu, dan banyak lagi yang sudah pakai. Walaupun tidak selalu berasosiasi dengan pengertian ‘gratis’, tetap saja aplikasi ini banyak diadopsi oleh orang banyak yang membutuhkan solusi perangkat lunak yang sangat beragam.

Teknologi Internet dengan pipa kecepatan tinggi membuat distribusi perangkat lunak Open Source ini makin cepat. Makin mudah saja mendownload sebuah sistem operasi seperti distro Linux (Fedora, Ubuntu), apalagi aplikasi-aplikasi yang tersimpan di Sourceforge. Tetapi dalam perjalanannya, ada faktor yang sedikit menghambat adopsi masyarakat terhadap aplikasi ini.

Yang saya maksud adalah bentuk paket distribusi aplikasi atau sistem operasi tadi. Coba misalkan anda mendownload rilis sistem operasi Fedora Core 5 (FC5) terbaru. Kalau anda ingin menginstal FC5 ini dari Internet, artinya anda harus mendownload 5 buah image ISO CD Installer FC5 ini, yang berarti 5 x 700 MB ~= 3,5 GB harddisk anda akan terpakai. Anda bisa juga membeli 5 buah CD ini di toko, tetapi mestinya keluarnya agak lama. Belum lagi anda harus mencari harddisk kosong atau mengkonfigurasi harddisk kesayangan anda untuk melakukan dual boot (asumsi saya komputer yang banyak dipakai bersistem operasi Windows). Kalau anda tekun, semua proses ini akan selesai dalam satu hari sendiri, belum termasuk waktu mendownloadnya.

Atau anda ingin mengevaluasi baik tidaknya sebuah aplikasi web tertentu, misalnya Bugzilla, sebuah aplikasi Bug Tracking yang cukup terkenal. Anda harus menyiapkan sebuah server terlebih dahulu yang berfungsi sebagai ‘tempat tinggal’ dari aplikasi tersebut. Dengan membaca sekian manual, anda harus melakukan proses instalasi terlebih dahulu. Mungkin anda pernah melakukan tindakan seperti ini di konsole Linux anda, hanya untuk menginstall sebuah aplikasi :

tar xvfz sebuah-aplikasi-baru.tar.gz
cd sebuah-aplikasi-baru/
more README
more INSTALL
./configure
make
make install

Asumsikan tidak ada error. Tapi biasanya ada, dimulai dari ketiadaan aplikasi lain yang dibutuhkan (dependencies), sampai dengan kesalahan yang benar-benar tidak bisa dibayangkan.

Memang beberapa sistem operasi sudah melakukan beberapa perbaikan untuk mempermudah proses instalasi, seperti Ports Collection nya FreeBSD, apt-get nya Debian, YAST nya SUSE, YUM nya Fedora, dan sebagainya. Tetapi tetap saja proses ini melelahkan.

Beberapa solusi yang saya amati di Internet yang dapat dipakai untuk mempercepat proses adopsi aplikasi Open Source ini, yaitu :

1. Membuat aplikasi Open Source ini tersedia pada sistem operasi Windows

Setuju atau tidak, masih terlalu banyak orang yang menggunakan Microsoft Windows dibandingkan dengan sistem operasi lain. Kalau seperti kata pepatah “If you can’t beat them, then join them“, maka beberapa aplikasi Open Source yang semula hanya menyediakan versi UNIX sudah mulai menyediakan distribusi Windows nya. Contoh yang populer yaitu Mozilla Firefox, Mozilla Thunderbird, Open Office, NMap, dan Ethereal.

2. Membuat LiveCD

Cara yang kedua ini dipakai oleh pengembang sistem operasi untuk memperkenalkan produknya, tanpa memaksa seseorang untuk menginstall ulang komputernya dengan OS yang bersangkutan. Cukup download image LiveCD ini, lalu di-burn ke CD, dan masukkan CD ini sewaktu booting. Maka orang akan langsung dapat mengevaluasi sebuah OS secara langsung.

3. Membuat image VMmare

Cara ketiga ini mulai populer akhir-akhir ini. Dimulai dengan langkah yang dilakukan VMWare untuk melepas sebuah produk gratis bernama VMWare Player dan dilanjutkan dengan mensetup sebuah website bernama Community Virtual Appliances pada VMWare Technology Network (VMTN). Situs ini berisi berpuluh-puluh sistem operasi dan aplikasi siap pakai yang tersedia dalam bentuk image VMware. Langkah pamungkasnya yaitu merilis VMware Server, yaitu aplikasi server consolidation yang juga tersedia secara gratis.

Pengguna cukup mendownload image VMware berisi OS/aplikasi siap pakai ini, dan menjalankannya pada VMware Player. Dalam kurang dari hitungan jam, seseorang sudah dapat mengevaluasi cocok tidaknya aplikasi Open Source yang ia inginkan. Tanpa pusing, tanpa pening. Tanpa install ulang, tanpa modifikasi MBR (Master Boot Record) untuk dual-boot. Tanpa ganti operating system. Kalau misalnya cocok, dengan aplikasi VMware Server, bahkan aplikasi tadi sudah langsung dapat dijalankan sebagai server yang operasional!

Coba anda lihat sendiri, bahwa aplikasi di website Community Virtual Appliance ini bukan hanya disediakan oleh penyedia aplikasi Open Source, bahkan vendor besar seperti IBM (DB2 Express), Oracle (10G Database), SUSE (SLES) dan lain-lain juga ikut bermain disitu. Ini berarti mereka pun juga cemas kalau mereka ditinggalkan oleh aplikasi Open Source yang kadang-kadang sudah memiliki fitur yang sangat baik.

Ini saya alami sendiri ketika saya berkeinginan mengevaluasi bagus tidaknya aplikasi Bugzilla. Sempat kepikiran ingin melakukan instalasi pada server FreeBSD saya, tetapi kok males ya. Belum setup database MySQL, virtual host Apache, dan sebagainya. Pokoknya males. Cari-cari di Google, ternyata ada yang menyediakan image VMware nya. Langsung saja saya download, jalankan di VMware Workstation, dan dalam kurang dari setengah jam, saya sudah bisa bilang bahwa aplikasi ini bagus atau tidak.

Kelihatannya perkembangan packaging produk Open Source dengan image VMware inilah yang paling mudah dan disukai. Cukup sediakan komputer yang cukup kencang dan RAM, anda sudah dapat mengevaluasi sebuah produk Open Source dengan cepat.

Sekedar saran kepada developer Open Source yang ingin memasarkan produknya, cobalah buat image VMware nya. Mudah-mudahan akan makin banyak orang dapat langsung merasakan manfaatnya dengan cepat, tanpa pusing tanpa pening.

Mudah-mudahan berguna,
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

March 22, 2006

Backup data ke DV tape via Firewire

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Teman-teman sekalian,
saya dapat link ini dari www.lifehacker.com tentang aplikasi yang bisa dipakai untuk mengubah handycam DV kita yang disambungkan ke komputer dengan kabel Firewire menjadi perangkat tape backup. Saya sih belum nyoba, karena saya nggak punya interface Firewire dan kamera DV. Ada yang mau nyoba ? Ditunggu komentarnya.

wass.wr.wb.

March 11, 2006

Kata-kata Bahasa Indonesia yang fatal diucapkan di Malaysia

Filed under: Oemoem

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Iseng aja lagi kepingin nulis berbagi informasi.
Ketika kemarin saya dua minggu pergi ke Malaysia, saya perhatikan ada beberapa kata dalam Bahasa Indonesia yang sering kita ucapkan, yang memiliki arti sangat-sangat ofensif menurut orang Malaysia. Saya berhasil kumpulkan empat buah kata, mohon maaf sebelumnya kalau agak kasar :

1. Butuh –> Artinya : Alat kelamin laki-laki
2. Gampang –> Artinya : Anak haram, anak sundal
3. Belakang –> Artinya : Pantat
4. Buntut –> Artinya : Lubang anus

Coba bayangkan kalau kita kelepasan berkata seperti ini kepada mereka :

1. “Saya butuh peralatan lengkap” —> :)
2. “Ah, itu sih gampang sekali pak” —> Orang dikatain begini ya marah lah :)
3. “Pak, saya mau ke belakang dulu” —> :)
4. “Sop buntut di Indon enak dan lezat” —> Orang Malaysia biasanya dengernya langsung sakit perut :)

Ini fatal banget buat orang Indonesia. Kita sering sekali pakai kata-kata itu, dan kalau pas kelepasan, wuih malu buanget di depan mereka.

Nah, cara mengatasinya adalah dengan mengganti kata-kata yang biasa kita pakai menjadi :

1. Butuh –> Perlu –> “Saya perlu peralatan lengkap”
2. Gampang –> Mudah –> “Ah, itu mudah sekali pak”
3. Belakang (”saya mau ke belakang”) –> “Saya nak ke tandas”
4. Buntut (sop buntut) —> “Sop ekor atau Sop Tulang di Indon enak dan lezat”

Daftar ini masih jauh dari lengkap, mungkin ada rekan-rekan yang ingin menambahkan ?? Kasihan kalau ada rekan-rekan orang Indon Indonesia yang dapat malu kalau kelepasan. Saya berharap mudah-mudahan ada manfaatnya. Silap salah ampun maaf.

wass.wr.wb.

February 19, 2006

VM di dalam VM ??

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Tadi iseng coba jalankan Solaris 10 x86 di dalam VMWare Server. Setelah jalan, coba buat sebuah zone di Solaris tadi. Voila, akhirnya ada VM di dalam VM ;) Performanya belum tahu, ini juga masih nyoba-nyoba aja.

Akhirnya jadi punya alasan untuk ngoprek Solaris dengan Container/Zone ini, tadinya gak ada minat sama sekali. Buat apa belajar UNIX lagi kalau sudah bisa pakai FreeBSD ???

wass.wr.wb.

February 16, 2006

Barang-barang yang tertangkap kamera (3) : Router Cisco 7609 OpenIXP

Filed under: Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Dengan seizin bapak Johar Alam, kemarin saya berhasil jalan-jalan melihat router OpenIXP atau NICE itu di IDC, Gedung Cyber, Jakarta. Walaupun sebentar, saya masih dibolehin motret barangnya itu. Ini saya kasih fotonya biar anda semua tahu seperti apa sih binatangnya router OpenIXP atau NICE itu.

Seri routernya adalah Cisco router 7609. Mainly Gigabit Ethernet, total jenderal jumlah port ethernetnya nya ada 210 Gigabit Ethernet port dan 4 port 10 Gigabit Ethernet. Ada juga satu module 2 slot Serial FlexWAN, masing-masing isinya slot 8 serial octal (masuk kabel octal) V.35 dan 4 serial DB-60.

7609 nya OpenIXP

Interface ethernet yang ada di sini itu semuanya Gigabit Ethernet 10/100/1000BaseT. Ada kabel octal (kabel yang ujungnya banyak) untuk koneksi serial.
GigEth port OpenIXP

Ada dua port optik dalam satu module, disebelah port serial dan kabel octal, itulah port 10 Gigabit Ethernetnya. Dia pakai GBIC 10GBase-LR.
10GE port OpenIXP

Terima kasih buat bos nya OpenIXP bapak Johar Alam atas kesempatannya dan izin nya memajang gambar ini di blog saya.

Wass.wr.wb.


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here