April 19, 2005

USB-to-Serial di FreeBSD

Filed under: Computer, Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Salah satu “perlengkapan perang” seorang network engineer, apalagi yang hari-harinya berurusan dengan router dan switch Cisco, adalah kabel serial console. Kabel ini dipakai untuk masuk ke console router dan switch untuk melakukan konfigurasi apabila networkingnya belum disetup atau interface networknya mengalami masalah.

Di jaman sekarang ini, port pada komputer atau notebook yang akan segera punah adalah port serial yang digantikan dengan port USB, yang tiba-tiba jadi ada dimana-mana. Untuk port serial ini, terpaksalah saya menggunakan kabel USB-to-Serial, karena X20 saya ini nggak ada port serialnya (adanya di docking, tetapi docking itu bikin X20 ini nggak enteng lagi, jadinya berat).

Saya sempat beli USB-to-Serial buatan Cina yang kurang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah saya coba, ternyata kualitasnya mengecewakan. Terpaksa saya membeli lagi kabel USB-to-Serial dengan merek BAFO BF-810 yang sudah banyak dipakai orang. Setelah mensetup drivernya, maka barang ini bisa saya pakai di Windows.

Nah, iseng-iseng saya coba menjalankannya di FreeBSD 5.3. Ternyata dapet info dari teman, katanya bisa, dengan syarat kompile kernel dulu. Sebenarnya bisa sih di-load di kernel modules nya, tapi saya coba, kok repot, dan nggak jalan. Lebih cepat kompile kernel, sekalian membersihkan kernel GENERIC saya dari device-device yang nggak ada di X20 (X20 saya ini dual-boot).

Apa yang harus ditambahkan di kernel ? Cukup tambahkan beberapa line berikut di file konfigurasi kernel :

options ucom
options uplcom

Lalu compile kernelnya sesuai instruksi yang ada di FreeBSD Handbook.

Cara memakainya gimana ? Dulu kalau port serialnya ada, saya suka pakai aplikasi minicom, tetapi saat ini keberuntungan belum berpihak kepada saya, sehingga device /dev/ucom0 tidak bisa saya pakai di minicom. Terus cari-cari di Google, ternyata memanglah saya ini begitu bodohnya, sehingga tidak mengetahui bahwa saya juga bisa pakai perintah ini :

cu -l /dev/ucom0 -s 9600

Dan alhamdulillah, saya bisa masuk ke console cisco menggunakan kabel USB-to-Serial saya.

Kalau ingin tahu lebih detail, silakan man ucom dan man uplcom saja.

Mudah-mudahan berguna,
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

April 14, 2005

Few things that Macintosh don’t have (that makes me stick to WinXP)

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Rekans,
Perusahaan komputer Apple memang telah sukses membuat beberapa teman saya tertarik untuk berpindah platform dari Windows ke Macintosh. Beberapa teman saya malah sudah sukses mengganti notebooknya dari Wintel ke Mac, baik itu iBook ataupun Powerbook. Ganteng sih kelihatannya, tapi ada beberapa hal vital yang tidak ada di Macintosh yang saya butuhkan, yang sayang sekali disediakan di platform Windows XP dengan baik. Beberapa hal itu adalah :

1. Microsoft Visio 2003. Pekerjaan saya yang banyak berurusan dengan computer networks mengharuskan saya menggunakan aplikasi ini. Apalagi stencil networkingnya, imut, keren tapi tidak norak, tetap terlihat profesional.

2. Microsoft Office OneNote 2003. Buat yang belum tahu binatang apakah ini, OneNote adalah aplikasi buku tulis untuk Windows. Anda bisa membagi “buku” anda ini layaknya binder kuliah, lalu membuat kertas, dan segera menulis di mana saja di kertas ini (sebenarnya tidak di mana saja, karena ada batasannya). Seperti buku tulis biasa, tidak ada perintah “Save”, segala apa yang anda ketik akan langsung tersimpan. Anda juga bisa mencoret-coret dengan pena digital yang ada. Sayang saya tidak menginstallnya di notebook TabletPC, jadi saya tidak dapat memanfaatkan kemampuannya untuk mengenali tulisan tangan menjadi teks. Contoh screenshot saya ada di sini.

3. Yahoo! Messenger 6. Tidak ada komentar lagi. Ini adalah aplikasi messaging yang sangat keren, lucu, dan berguna banget. Fitur utamanya : Message Archiving, Status message, dan tidak lupa : BUZZ!!! (saat ini MSN 7 juga sudah bisa BUZZ, tapi diberi nama lain: Nudge). Anehnya Yahoo! Messenger for Mac tidak menyediakan Message Archiving *uhuk*

4. Briefcase. Memanglah saya ini orang yang bodoh, kok baru tahu ada fitur yang berguna ini, padahal fitur ini sudah ada sedjak Windows XP diluncurkan. Dengan Briefcase, home direktori saya yang ada di notebook bisa saya sinkronkan dengan home direktori di server. Jadinya file-file penting saya tetap ada di dua tempat dan selalu terupdate. Saya nggak tahu apakah fitur sejenis ada di MacOS X, jadi CMIIW aja deh.

Jadi kayaknya saya masih membutuhkan terlalu banyak alasan untuk membeli komputer Apple sendiri, kecuali ada yang mau menyandangkan dananya kepada saya :) Dan saya juga males punya notebook dua biji, berat digendong dan takut membazir.

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

April 7, 2005

Situs Berita IPv6 yang okeh + IPv6 di Longhorn

Filed under: Networks

assalamu ‘alaikum wr.wb.

Rekans,
Dari dulu sebenarnya saya sudah tahu situs berita IPv6 yang bagus ini, namanya www.IPv6style.jp , cuma kok ya baru bisa sekarang saya beritahukan kepada pembaca sekalian. Situs ini berisi berita-berita terkini (beneran, terkini betul) tentang perkembangan teknologi IPv6, terutama di Jepang. Saya suka dengan situs ini karena berita yang disajikan itu adalah real-world cases tentang IPv6, bukan cuma teori-teori di kertas dan network simulator saja. Sayangnya nggak ada RSS feed nya.

Berita yang keren lainnya adalah implementasi IPv6 secara penuh di Microsoft Longhorn. Salah satu kutipannya adalah :

Khaki described that Longhorn will be “a very important milestone in IPv6 industry and IPv6 deployment”.

Longhorn will come with new TCP/IP protocol software. IPv6 will be turned on all the time, and will be the preferred protocol for connecting to another system. All the main client services will run IPv6 by default.

Mudah-mudahan berguna,
Silap salah ampun maaf,

wass.wr.wb.

Update : Ternyata IPv6style.jp udah ada RSS nya, sila ambil di sini.


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here