April 14, 2005

Rintihan Taubat Sahabat Rasulullah SAW

Filed under: Motivasi

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Ada satu kisah dimana seorang sahabat baru kembali dari medan perang, dia tiba-tiba ternampak di pintu rumahnya betis seorang perempuan (istri sahabatnya). Terus dia melompat keluar dari pintu dan berlari meninggalkan rumahnya bertahun-tahun, bertaubat dengan Allah SWT karena ketidaksengajaannya itu. Rintihan taubatnya itu turut menjadi amalan kita hingga ke hari ini.

Ilaa hilaastu lil Firdausi ahla, walaa aqwaa ‘alaa Naaril Jahiimi. Allah, fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka Ghafirun dzambil ‘adziimi

Maksudnya :

“Tuhanku, aku tidak layak untuk Syurga-Mu. Dan aku juga tidak tahan menanggung akan siksa api Neraka-Mu. Oleh itu ya Allah, terimalah taubatku dan ampunkanlah dosaku karena sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pengampun dosa-dosa besar”

Mudah-mudahan saya dan kita semua dapat meneladani kisah ini, dan menjadi orang yang membanyakkan taubat kepada Allah SWT. Amin.

Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

15 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://affanzbasalamah.blogsome.com/2005/04/14/rintihan-taubat-sahabat-rasulullah-saw/trackback/

  1. I’tiraf - Raihan

    Wahai Tuhan ku tak layak ke syurga Mu
    Namun tak pula aku sanggup ke neraka Mu
    Ampunkan dosa ku terimalah taubat ku
    Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar

    Ilaa hilaastu lil Firdausi ahla
    walaa aqwaa ‘alaa Naaril Jahiimi
    Fahablii taub…

    Trackback by Firman Pribadi » Diary — April 14, 2005 @ 5:25 pm

  2. Mas Firman, terima kasih atas linknya. Saya spechless ketika baca link di blog anda : http://pribadi.or.id/diary/2005/04/12/menjemput-maut/ . Terima kasih, mudah-mudahan kita semua diberi keinsyafan atas peristiwa maut ini.

    Comment by Affan — April 14, 2005 @ 6:44 pm

  3. Seingat gua, bacaan ini sering dilantunkan di antara adzan dan iqamat pada waktu shubuh. Memang waktu dan suasananya pas banget dengan isi syairnya. Gua pribadi sangat tersentuh. Tapi, ada anjuran dalam berdoa agar berdoa dengan jelas apa yang kita minta dan jangan berbelit”. Syair yang bagus ini, sebenarnya, salah satu contoh doa yang kurang baik.:)

    -=diekoe=-

    Comment by -=diekoe=- — April 15, 2005 @ 9:20 am

  4. itu doanya sahabat nabi ya? apa ndak salah?
    sepanjang yang saya tahu itu syairnya milik Abu Nawas, yang jadi lagu yang dibawain sama Haddad Alwi di Album Cinta Rasul I (I love this one… :) )…

    mohon referensinya kalo itu memang doa sahabat nabi.. biar nggak bingung..

    Comment by alex — May 3, 2005 @ 5:25 pm

  5. Mas Alex,

    Informasi itu saya dapat dari buku berjudul “Taqwa menurut Ust. Ashaari Mohammad” terbitan Minda Ikhwan, Malaysia thn 2005. Cerita ini tertulis di situ, seingat saya di halaman 175. Artikel blog ini memang saya kutip dari buku itu.

    Comment by Affan — May 4, 2005 @ 10:33 am

  6. Mas Affan, ikutan comment blog-nya yah…
    Kayaknya di bukunya Abuya itu tulisannya hanya “seorang Sahabat”, tdk dijelaskan apakah maksudnya Sahabat yg hidup di jaman Rasulullah SAW.
    Saya lebih yakin Sahabat yg dimaksud memang Abunawas, kisah hidupnya dia memang seorang yg senang berfoya-foya, suka minum dan bercinta (main perempuan). Tapi di akhir2 hidupnya dia bertaubat, dan ini salah satu syair taubatnya (match kan dgn cerita di buku Abuya itu?).
    Saya juga memuat ttg Al-I’tiraf di web saya http://www.elvini.net/itiraf.cgi.
    Mohon maaf kalau info ini ternyata kurang tepat, kalau ada yg lebih tau mohon dikoreksi. Trims

    Comment by Vini — May 16, 2005 @ 11:01 am

  7. Mbak Vini, silakan lihat comment #5 saja untuk lebih lengkapnya :) Saya sarankan baca buku Taqwa itu. Asli bagus banget, merombak paradigma kita tentang Taqwa. Barulah saya yang cowok ini pusing kalau denger kata-kata khotib shalat Jumat “Ittaqullah!”, karena membayangkan seperti apa Taqwa itu. Anyhow, terima kasih atas komentarnya.

    Comment by Administrator — May 16, 2005 @ 11:12 am

  8. saya suka dengan contoh taubat diatas. tp klo bisa jgn hanya contoh taubat dari para sahabat, tp juga contoh taubat orang2 jaman sekarang, karena jaman sekarang cobaan nafsu lebih banyak sich. jd, tolong dipertimbamgkan ya? trims

    Comment by arliano — July 26, 2005 @ 10:06 am

  9. bagus banget tu…. gua sangat terkesan.

    Comment by m. daud sitorus — April 24, 2006 @ 8:00 am

  10. Aku menangis…………

    Comment by Harun — November 8, 2006 @ 1:22 pm

  11. Allah, Ampuni aku.

    Comment by Abdilah — November 8, 2006 @ 1:27 pm

  12. kalau tidak mau ke surga dan neraka trus ke mana lagi. Padahal Rasulullah SAW menyuruh kita untuk banyak-banyak berdoa agar di masukkan kedalam surga oleh ALLAH SWT di hari akhir kelak, danALLAH hanya menyediakan 2 tempat untuk kembali yaitu surga dan neraka.

    Comment by abdilah — August 8, 2007 @ 9:58 am

  13. @ abdillah

    Tidak ada orang waras agaknya yang menolak surga, mas. Tidak ada juga orang waras agaknya yang sukarela masuk neraka. Tapi yang terpenting dari semua itu adalah ridha Allah, tho?
    Selain surga dan neraka, di Qur’an ada alternatif lain: namanya Al-A’raf. Sebuah tempat yang memisahkan neraka dan surga, dan menjadi perhentian bagi golongan yang ditangguhkan. Silahkan dibaca surah tersebut ;)
    Kita ndak bisa memastikan bahwa Allah HANYA menyediakan dua tempat. Terlalu sombong, Mas. Allah itu Jaiz, kehendak-Nya luas, melebihi anggapan kita.

    Comment by alex — September 14, 2007 @ 3:48 pm

  14. surga, neraka, dan rido alloh tidak dapat dipisahkan, jadi kalo ga pantas ke surga ga mau ke neraka jadi mau kemana coba sedangkan dua tempat itu merupakan tempat kembali manusia ia g?

    Comment by aris — January 25, 2008 @ 8:42 am

  15. Ya ALLAH SWT ampunilah dosa-dosaku

    Comment by andhi — April 11, 2008 @ 3:24 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here