Baiknya Tuhan kepada kita
Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Sebenarnya Tuhan adalah satu keperluan yang sangat berharga dalam hidup kita. Dia lebih berharga daripada ibu bapa kepada seorang bayi yang baru dilahirkan. Tapi sayang, hari ini seseorang manusia dilahirkan hanya menggantungkan hidupnya kepada ayah ibunya . Ayah ibunya itulah yang dirasakan tempat bergantung. Jadi sepanjang usia kecilnya dia menganggap ibu bapanya yang menghidupkan, memberi makan dan membesarkannya. Tetapi jika ia dewasa, bila ia sudah berenggang dengan ibu dan ayah, ia mulai merasa peranan ibu ayah tidak ada yang mengambil. Akhirnya ia merasa hidupnya kosong dan sepi. Tidak ada tempat bermanja, tempat mengadu, ia merasa sendirian, tidak ada tempat utk mendapatkan perhatian, keperluan dan kasih sayang. Maka masing-masing orang mencari di mana-mana. Padahal sebenarnya keperluan kasih sayang itu ada pada Tuhan.
Untuk menggambarkan kasih sayangnya Tuhan kepada kita, baiknya kita simak sebuah dialog antara seorang hamba dengan Tuhan :
Hamba :
“Tuhan, engkau ini siapa, untuk buat kami ini begini sekali. Kami ini kan hanya hamba, ciptaanMu, sedangkan engkau kan Tuhan, yang kuasaMu Kun Fayakun. Mengapa Engkau buat begini kepada kami, dibesarkan, dilayan, diberi simpati, dan dimuliakan dengan segala kelengkapan hidup. Oh Tuhan, agungnya kasihMu, bagaimana cara kami membalasnya ?”
Dan inilah jawabannya :
Tuhan :
“Hamba-hambaKu, kekasihKu, kasihKu padamu jauh lebih dahsyat, lebih besar dari kasih ibumu padamu. Atau coba rasakanlah bagaimana engkau mengasihi anakmu, terlalu menginginkan keselamatannya, dan amat takutkan kecelakaan menimpanya, hingga engkau sering berdoa agar Aku Tuhanmu menjaga anak-anakmu itu, maka ketahuilah bahwa kasihKu dan cintaKu kepadamu jauh dari itu, hampir-hampir Aku tidak mau berpisah sama sekali denganmu. Sebenarnya Aku lebih suka kalau sembahyang itu dijadikan 50 kali sehari, kalau bukanlah melayani permintaan Muhammad padaku agar dijadikan sembahyang itu 5 kali sehari . Ketahuilah bahwa Aku yang menciptakanmu, dan Aku terlalu sayang dengan ciptaanKu itu.”
—
Dikutip secara lebih kurang dari VCD Motivasi Islam Hadhari : Shalat Mikraj Membakar Mazmumah, Rufaqa Corporation Sdn Bhd, Malaysia © 2005
Begitulah Tuhan yang terlalu cinta kepada hambanya. Mudah-mudahan tulisan ini memberikan keinsyafan khususnya kepada saya sendiri yang masih juga belum sadar betapa baiknya Tuhan, dan berusaha untuk mendekatkan diri kepadaNya.
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

heeheheheh… jadi malluuu..
:D
pa kabar fan? wah long time no see.. masi nangkring di PAU?
Comment by cello — May 31, 2005 @ 2:51 pm
Halo pak Cello, gw masih aja nongkrong di PAU. Maen gih ke ITB, insyaALLAH bulan Oktober ITB ketiban bandwidth runtuh 45 Mbps dari Eropa
Comment by Administrator — June 1, 2005 @ 4:16 am