Modem CDMA PCMCIA
Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Beberapa hari yang lalu teman saya mengirimkan email forward dari milis Gadtorade yang berisi penawaran 3 buah modem CDMA PCMCIA buatan China. Modem seperti ini dijual oleh provider CDMA lokal yaitu Mobile8 dengan harga 1,5 juta rupiah. Eh di email ini modem seperti itu ditawarkan hanya 850 ribu! It’s a bargain!.
Jadi saya telpon orangnya, dan nampaknya saya cukup beruntung karena modemnya masih bersisa satu lagi. Syukur alhamdulillah lagi ada rizki untuk beli modem tersebut. Setelah kontak kontak, ternyata penjualnya adalah salah satu admin ITB
Setelah ketemu, akhirnya barang tadi sudah berpindah tangan dengan sukses.
Barangnya itu seperti ini lho :

Barang ini berguna banget buat saya, karena akhirnya saya punya perangkat koneksi network CDMA yang harganya nggak mahal, dan konfigurasinya nggak ribet. Kalau perangkat yang nggak mahal sih sebenarnya banyak, tapi sayangnya konfigurasinya bikin capek, contohnya yaitu handphone CDMA Modottel WTE-300 dengan kabel USB nya. Kata temen-temen yang menggunakan sih memang barang ini stabil koneksinya, tapi sayangnya konfigurasinya itu lho. Musti install driver USB-to-Serial FTDI lah, musti install driver modem Modottel dulu lah. Capek. Makanya saya suka dengan barang ini.
Dulu juga ada kepikiran beli waktu liat iklannya Mobile8 tentang modem CDMA PCMCIA ini, tapi waktu itu masih belum sempat kebeli. Sekarang ternyata tahu-tahunya dapet penawaran yang lebih baik
Barang ini datang dengan kabel handsfree untuk voice call serta sebuah CD kopian berisi driver. Yang asik itu drivernya. Nggak ribet instalasinya. Cukup klik file installernya, dan off you go! Masukkan card PCMCIA, klik ‘Continue Anyway’, dan beres. Lalu untuk connect ke network kita klik sebuah icon aplikasi.
Yang lucu itu aplikasi ini. Somehow programmer dari China itu belum terlalu menguasai ejaan bahasa Inggris. Kata ‘Dialing’ ditulis ‘Dailing’, ‘Message’ ditulis ‘Massage’, dan ‘Default’ ditulis ‘Defualt’
Tapi bodo lah. Yang jelas setelah kita konfigurasi APN nya Mobile-8, ada tombol gede banget bertuliskan ‘Connect’. Klik, dan sekejap kemudian sudah nyambung deh.
Performa barang sejauh ini oke. Hampir nggak pernah disconnect sendiri, kecuali pas koneksi VPN ke ISP nya (saya pakai Jalawave). Saya bisa SSH , RDesktop, serta VPN ke ITB, lalu kirim email pakai Thunderbird. Kadang-kadang sih nggak terlalu kencang, tapi workable.
Ini foto barangnya waktu in-action di notebookku.

O iya, ada sih kekurangannya. Dia ini cuma bisa dipakai di frekuensi 800 MHz, jadi nggak bisa dipakai oleh Telkom Flexi, tapi toh eventually semua frekuensi CDMA mau dipindah ke 800 MHz, jadi nggak usah khawatir lah.
Tertarik ?
Wass.wr.wb.
