February 19, 2006

VM di dalam VM ??

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Tadi iseng coba jalankan Solaris 10 x86 di dalam VMWare Server. Setelah jalan, coba buat sebuah zone di Solaris tadi. Voila, akhirnya ada VM di dalam VM ;) Performanya belum tahu, ini juga masih nyoba-nyoba aja.

Akhirnya jadi punya alasan untuk ngoprek Solaris dengan Container/Zone ini, tadinya gak ada minat sama sekali. Buat apa belajar UNIX lagi kalau sudah bisa pakai FreeBSD ???

wass.wr.wb.

February 16, 2006

Barang-barang yang tertangkap kamera (3) : Router Cisco 7609 OpenIXP

Filed under: Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Dengan seizin bapak Johar Alam, kemarin saya berhasil jalan-jalan melihat router OpenIXP atau NICE itu di IDC, Gedung Cyber, Jakarta. Walaupun sebentar, saya masih dibolehin motret barangnya itu. Ini saya kasih fotonya biar anda semua tahu seperti apa sih binatangnya router OpenIXP atau NICE itu.

Seri routernya adalah Cisco router 7609. Mainly Gigabit Ethernet, total jenderal jumlah port ethernetnya nya ada 210 Gigabit Ethernet port dan 4 port 10 Gigabit Ethernet. Ada juga satu module 2 slot Serial FlexWAN, masing-masing isinya slot 8 serial octal (masuk kabel octal) V.35 dan 4 serial DB-60.

7609 nya OpenIXP

Interface ethernet yang ada di sini itu semuanya Gigabit Ethernet 10/100/1000BaseT. Ada kabel octal (kabel yang ujungnya banyak) untuk koneksi serial.
GigEth port OpenIXP

Ada dua port optik dalam satu module, disebelah port serial dan kabel octal, itulah port 10 Gigabit Ethernetnya. Dia pakai GBIC 10GBase-LR.
10GE port OpenIXP

Terima kasih buat bos nya OpenIXP bapak Johar Alam atas kesempatannya dan izin nya memajang gambar ini di blog saya.

Wass.wr.wb.

February 15, 2006

Barang-barang yang tertangkap kamera (2) : HD SATA 250GB

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pas dateng ke tempatku, eh ini ada barang apa ya, dari jauh kok kayak kotak Biochemical agent dari mana gitu.

Delapan SATA

Ternyata setelah dibuka, wah, ada delapan buah Harddisk. Masih segar dari toko. Kayak magazine nya senapan aja. Slurp!

Delapan SATA terbuka

Lalu sebijinya isinya … 250GB! Loemajan ;)

250GB

Entah si Harddisk ini mau dipakai buat apa, katanya sih buat repository file.

Wass.wr.wb.

Barang-barang yang tertangkap kamera (1) : Xserve G5

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Beberapa minggu ini 7650 ku penuh dengan foto-foto barang-barang aneh-aneh yang aku temukan, dan kayaknya bagus kalau di-share.

(1). Xserve G5 nya Fajri :)

Beberapa waktu yang lalu SBM-ITB belanja barang-barang Apple, salah satunya adalah Xserve G5, yaitu server 1U nya Apple. Dan saya beruntung bisa membongkar barang itu dari box nya, fresh from the oven ;)

Beberapa feat tentang Xserve ini adalah :

1. Barangnya mengkilap
2. Nggak punya card VGA, jadi musti beli card VGA dulu
3. DVD nya Slot loading
4. Suaranya silent betul, nggak berisik kayak nyalain PC biasa, nggak kayak mesin2 1U lainnya
5. Ada mekanisme kunci yang dibuka dengan obeng segi enam. Kunci ini mengamankan casing harddisk dan mendisable keyboard dan mouse.

Ini foto-foto nya.

Tampak depannya seperti ini. 1U server.
Bagian depan Xserve

Ini bagian belakangnya. Dual Gigabit, Dual Firewire 800, Dual USB, dan port Serial DB-9.
Bagian belakang Xserve

Kalau punya server 1U musti dilihat dulu jeroannya seperti apa. Ini isinya.
Jeroan nya Xserve - 1

Ini tampang jeroannya juga. Itu lihat slot PCI nya diisi card VGA. Kasihan deh server kok gak punya VGA controller sendiri ;)
Jeroan nya Xserve - 2

Prosesornya cukup satu sahaja.
Prosesor G5

Ini casing HD SATA nya. Xserve punya tiga casing HD. Membukanya gampang banget. Pastikan dia unlock dulu, cukup tekan ke dalam, lalu sudah bisa ditarik. Keren dan mudah.
HD SATA nya Xserve

Ini panel depannya, isinya tombol Power, kunci segi enam serta port Firewire. LED nya warna biru, cocok dipajang di rack server.
Panel + Kunci nya Xserve

Ini cara membukanya. Cari obeng segi enam, lalu putar. Dia tersambung ke sebuah batang yang memutar kunci. Putar untuk unlock, balikkan lagi untuk lock. Cantik dan simpel.
Cara membuka kunci Xserve

Ini kardusnya. Salah satu kesenangan saya : membongkar barang baru dari kardusnya.
Kardusnya Xserve

O ya, sekalian ini ada monitor Apple Cinema Display 30″. Enak sih, cuma ada drawback nya : Kegedean ;) Kayaknya lebih enak kalau ada 2 buah atau 3 buah LCD 20″ yang dijejer gitu ya.

Cinema Display 30\"

UPDATE : Maaf ya, Cinema Display diatas ini gak nempel di Xserve, tapi di PowerMac G5 yang nggak saya foto. PowerMac nya pake Nvidia GeForce 6600, support resolusi 1900 x 1200 an gitu, sori kalau salah.

Ok deh, segitu aja ceritanya untuk bagian pertama.

wass.wr.wb.

February 11, 2006

Virtualization (1)

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Dalam beberapa hari ini saya tertarik dengan teknologi virtualization. Teknologi ini adalah teknologi yang mulai menjadi tren di dunia enterprise IT akhir-akhir ini. Teknologi ini mencoba memecahkan beberapa masalah yang dihadapi, yaitu konsolidasi server IT.

Buat temen-temen yang kerjaannya ngurusin sistem IT, coba lihat aja perkembangan ruangan server anda. Kerasa nggak komputer di tempat anda itu nambah setiap hari ? Dan kerasa nggak komputer2 tadi bakal makan ruangan, makan listrik, makan AC, dan makan waktu anda untuk ngurusinnya ? Ya mungkin anda nggak nyadar sih untuk beberapa lama, tapi lama-kelamaan anda mestinya nyadar juga. Ruangan server jadi sempit, tagihan listrik makin tinggi (belum lagi TDL mau naik), AC 2 pk anda makin nggak dingin, dan anda makin capek ngurusinnya. Belum lagi kabel-kabel yang tambah banyak seliweran, campur baur kayak mie bakso.

Teknologi ini bekerja dengan mengubah server-server yang tadi harus anda pasang satu-persatu kedalam sebuah server berkapasitas besar yang menjalankan aplikasi virtualization yang berisi server-server virtual. Masing-masing server virtual ini berjalan seakan-akan ia adalah server sendiri, dan tidak merasakan bahwa ia berada dalam sebuah server fisik. Aplikasi server virtualization ini akan memberikan “rumah” bagi server virtual ini lengkap dengan hardware nya, seperti prosesor, BIOS, RAM, harddisk, network card, dan periferal lain. Istilah yang dipakai, server fisik ini dinamakan Host OS (yang punya rumah), dan server virtual nya dinamakan Guest OS (tamu rumah). Dalam pandangan si Host OS, Guest OS ini hanyalah sebuah direktori berisi file-file konfigurasi serta file disk image berukuran besar (minimal 1 GB), sehingga Guest OS ini dapat dipindah-pindah dari satu mesin ke mesin lain dengan cepat.

Untungnya dengan aplikasi ini adalah anda bisa memperkecil jumlah server yang ada di ruangan anda sehingga resource yang saya sebutkan tadi (ruangan, listrik, waktu) menjadi lebih hemat. Anda cukup memelihara 1 server besar, dengan prosesor yang besar (dual core kalau perlu, pakai AMD Opteron kalau cari harga yang murah), dengan RAM yang besar (2,4,8 sampai 16 GB) untuk menjalankan 4-8 buah server virtual., dengan asumsi bahwa server besar tadi memiliki kehandalan perangkat keras yang cukup oke.

Aplikasi virtualization yang sedang saya oprek saat ini adalah aplikasi buatan VMWare, yaitu VMWare Server. VMWare Server ini adalah aplikasi virtual server yang disediakan secara gratis. Gratis ? Iya, bener gratis. Dulunya VMWare punya dua aplikasi untuk server virtualization, yaitu VMWare ESX dan VMWare GSX, namun saat ini VMWare GSX diubah menjadi VMWare Server yang jadi gratis ini. VMWare ESX ditujukan untuk aplikasi server virtualization kelas enterprise yang handal, dan dia punya fitur Virtual SMP, yaitu jika Host punya prosesor lebih dari satu, prosesor tadi juga dapat dimanfaatkan oleh Guest OS nya juga. Guest OS nya juga bisa disimpan di SAN (Storage Area Network), sehingga dapat menampung jumlah Guest OS yang lebih banyak, serta fleksibel dalam penempatannya.

Kalau mau lihat tampang si server virtual itu, lihat gambar di bawah ini.

VMWare Server menjalankan Netware 6.5

Sekarang silakan donload aja dari web nya VMWare Server tadi. Cukup cari komputer yang RAM nya agak longgar (512 MB), dan harddisk yang agak gede. Konvert semua installer CD kedalam format ISO, dan kopi semua ke dalam komputer. Coba saja install beberapa OS di dalam VMWare ini. Selamat mencoba.

Wass.wr.wb.


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here