December 3, 2006

Ganti Notebook

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Akhirnya setelah hampir dua tahun mengabdi, notebook Thinkpad X20 ku akhirnya pensiun dengan sukses, dengan alasan “berputih layar”, yaitu kabel penghubung antara VGA komputer dengan LCD nya rusak.

Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT akhirnya saya sudah mendapat gantinya yaitu IBM Thinkpad X40 yang lebih “power”, dengan spek Pentium M 1.3 MHz GHz, RAM 768 MB, Harddisk 40 GB, serta Gigabit Ethernet dan Wireless LAN 802.11a/b/g. Notebook ini saya beri nama “Zulfakar”, mengambil keberkatan nama pedang Rasulullah SAW, agar notebook ini dapat dipakai untuk perjuangan Islam serta kebaikan dan keselamatan umat manusia (ciee) ;)

Ini foto notebook saya disebelah kanan ketika disandingkan dengan sebuah “notebook” yang lebih ramah lingkungan, tidak membutuhkan catudaya listrik, dan bebas dari virus, worm dan trojan :)

Notebook dan Notebook

Terimakasih banyak saya ucapkan kepada pimpinan USDI-ITB dan Husni yang telah membantu terselenggaranya upgrade notebook ini.

wass.wr.wb.

August 25, 2006

Bikin mesin hosting dengan VMware Server

Filed under: Computer, Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Sudah agak lama nggak nulis, ini cuma sekedar mendokumentasikan oprekan saja.

Saat ini saya lagi iseng main VMware Server, aplikasi gratisan dari VMware yang berfungsi sebagai server virtualization. Kasarnya itu adalah membuat banyak komputer virtual dalam satu server fisik. Untungnya banyak, mulai dari menghemat resource datacenter (listrik, komputer, disipasi panas, penyejuk ruangan) sampai kemudahan administrasi (backup virtual machine terlalu mudah dilakukan).

Stepnya kira-kira begini :

1. Siapkan sebuah komputer yang agak kenceng. Kalau saya sih pakai nya AMD Opteron 200 1,8GHz, RAM 1GB, Harddisk 120 GB, dan dual gigabit ethernet.
2. Install Linux Ubuntu sesuai prosedur yang ada di Instalasi Ubuntu dari Howto Forge ini.
3. Install VMware Server sesuai prosedur yang ada di Instalasi VMware Server dari Howto Forge ini.

Langsung saya install beberapa Guest OS, mulai dari FreeBSD, Windows 2000 dan 2003, Linux Ubuntu dan Solaris.

Ini salah satu tips untuk instalasi FreeBSD yang cukup keren yang saya baca di VMware Forum ini. Tips ini dipakai untuk membuat FreeBSD menggunakan driver ethernet Intel e1000 (em0) menggantikan driver AMD PCNet (lnc0) bawaan default dari VMware. Saya juga sempat coba pakai VMware Tools, cuma nggak berhasil.

Untuk Backup, saya coba pakai rdiff-backup, aplikasi incremental backup dan restore sebuah direktori, baik itu local dan remote. Karena dia incremental backup, jadi hanya backup pertama saja yang besar dan lama, sisanya cukup diff nya saja. Contoh oprekan rdiff-backup itu bisa dilihat di Howto Forge, tetapi belum sempat saya praktekkan.

Lagi kepikiran untuk bikin script backup untuk Guest OS ini dengan rdiff-backup, sehingga semua Guest OS bisa dibackup dan direstore dengan mudah. Dengan cara ini, misalnya web server kita kena hack, kita cukup restore dari rdiff-backup, kurang dari 5 menit, sistem sudah up lagi, kayak nggak ada apa-apa. Enak kan ?? ;) Kalau sudah jadi, akan saya post di sini.

Dari pengamatan sekilas, performa sistem komputer virtual ini tidak jauh berbeda dengan sistem komputer yang dedicated. CPU sistem baru naik jika saya jalankan proses compile di Guest OS. Kalau nggak ada apa-apa, ya anteng aja si VMware Servernya.

Saya lihat sistem virtual ini cocok untuk hosting sistem informasi di sebuah kampus yang bebannya nggak gila-gilaan, moderate to low. Terutamanya sistem LAMP (linux apache mysql php/perl/python) yang diisi aplikasi CMS (joomla, drupal, wiki).

Sementara gitu dulu. Mudah-mudahan berguna.

Wassalamu ‘alaikum .wr.wb.

March 27, 2006

Bentuk Paket Distribusi Aplikasi Open Source

Filed under: Computer, Networks

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Sudah umum kita ketahui bahwa saat ini perangkat lunak Open Source berkembang dengan cepat. Makin populer saja. Banyak orang yang sudah tahu, dan banyak lagi yang sudah pakai. Walaupun tidak selalu berasosiasi dengan pengertian ‘gratis’, tetap saja aplikasi ini banyak diadopsi oleh orang banyak yang membutuhkan solusi perangkat lunak yang sangat beragam.

Teknologi Internet dengan pipa kecepatan tinggi membuat distribusi perangkat lunak Open Source ini makin cepat. Makin mudah saja mendownload sebuah sistem operasi seperti distro Linux (Fedora, Ubuntu), apalagi aplikasi-aplikasi yang tersimpan di Sourceforge. Tetapi dalam perjalanannya, ada faktor yang sedikit menghambat adopsi masyarakat terhadap aplikasi ini.

Yang saya maksud adalah bentuk paket distribusi aplikasi atau sistem operasi tadi. Coba misalkan anda mendownload rilis sistem operasi Fedora Core 5 (FC5) terbaru. Kalau anda ingin menginstal FC5 ini dari Internet, artinya anda harus mendownload 5 buah image ISO CD Installer FC5 ini, yang berarti 5 x 700 MB ~= 3,5 GB harddisk anda akan terpakai. Anda bisa juga membeli 5 buah CD ini di toko, tetapi mestinya keluarnya agak lama. Belum lagi anda harus mencari harddisk kosong atau mengkonfigurasi harddisk kesayangan anda untuk melakukan dual boot (asumsi saya komputer yang banyak dipakai bersistem operasi Windows). Kalau anda tekun, semua proses ini akan selesai dalam satu hari sendiri, belum termasuk waktu mendownloadnya.

Atau anda ingin mengevaluasi baik tidaknya sebuah aplikasi web tertentu, misalnya Bugzilla, sebuah aplikasi Bug Tracking yang cukup terkenal. Anda harus menyiapkan sebuah server terlebih dahulu yang berfungsi sebagai ‘tempat tinggal’ dari aplikasi tersebut. Dengan membaca sekian manual, anda harus melakukan proses instalasi terlebih dahulu. Mungkin anda pernah melakukan tindakan seperti ini di konsole Linux anda, hanya untuk menginstall sebuah aplikasi :

tar xvfz sebuah-aplikasi-baru.tar.gz
cd sebuah-aplikasi-baru/
more README
more INSTALL
./configure
make
make install

Asumsikan tidak ada error. Tapi biasanya ada, dimulai dari ketiadaan aplikasi lain yang dibutuhkan (dependencies), sampai dengan kesalahan yang benar-benar tidak bisa dibayangkan.

Memang beberapa sistem operasi sudah melakukan beberapa perbaikan untuk mempermudah proses instalasi, seperti Ports Collection nya FreeBSD, apt-get nya Debian, YAST nya SUSE, YUM nya Fedora, dan sebagainya. Tetapi tetap saja proses ini melelahkan.

Beberapa solusi yang saya amati di Internet yang dapat dipakai untuk mempercepat proses adopsi aplikasi Open Source ini, yaitu :

1. Membuat aplikasi Open Source ini tersedia pada sistem operasi Windows

Setuju atau tidak, masih terlalu banyak orang yang menggunakan Microsoft Windows dibandingkan dengan sistem operasi lain. Kalau seperti kata pepatah “If you can’t beat them, then join them“, maka beberapa aplikasi Open Source yang semula hanya menyediakan versi UNIX sudah mulai menyediakan distribusi Windows nya. Contoh yang populer yaitu Mozilla Firefox, Mozilla Thunderbird, Open Office, NMap, dan Ethereal.

2. Membuat LiveCD

Cara yang kedua ini dipakai oleh pengembang sistem operasi untuk memperkenalkan produknya, tanpa memaksa seseorang untuk menginstall ulang komputernya dengan OS yang bersangkutan. Cukup download image LiveCD ini, lalu di-burn ke CD, dan masukkan CD ini sewaktu booting. Maka orang akan langsung dapat mengevaluasi sebuah OS secara langsung.

3. Membuat image VMmare

Cara ketiga ini mulai populer akhir-akhir ini. Dimulai dengan langkah yang dilakukan VMWare untuk melepas sebuah produk gratis bernama VMWare Player dan dilanjutkan dengan mensetup sebuah website bernama Community Virtual Appliances pada VMWare Technology Network (VMTN). Situs ini berisi berpuluh-puluh sistem operasi dan aplikasi siap pakai yang tersedia dalam bentuk image VMware. Langkah pamungkasnya yaitu merilis VMware Server, yaitu aplikasi server consolidation yang juga tersedia secara gratis.

Pengguna cukup mendownload image VMware berisi OS/aplikasi siap pakai ini, dan menjalankannya pada VMware Player. Dalam kurang dari hitungan jam, seseorang sudah dapat mengevaluasi cocok tidaknya aplikasi Open Source yang ia inginkan. Tanpa pusing, tanpa pening. Tanpa install ulang, tanpa modifikasi MBR (Master Boot Record) untuk dual-boot. Tanpa ganti operating system. Kalau misalnya cocok, dengan aplikasi VMware Server, bahkan aplikasi tadi sudah langsung dapat dijalankan sebagai server yang operasional!

Coba anda lihat sendiri, bahwa aplikasi di website Community Virtual Appliance ini bukan hanya disediakan oleh penyedia aplikasi Open Source, bahkan vendor besar seperti IBM (DB2 Express), Oracle (10G Database), SUSE (SLES) dan lain-lain juga ikut bermain disitu. Ini berarti mereka pun juga cemas kalau mereka ditinggalkan oleh aplikasi Open Source yang kadang-kadang sudah memiliki fitur yang sangat baik.

Ini saya alami sendiri ketika saya berkeinginan mengevaluasi bagus tidaknya aplikasi Bugzilla. Sempat kepikiran ingin melakukan instalasi pada server FreeBSD saya, tetapi kok males ya. Belum setup database MySQL, virtual host Apache, dan sebagainya. Pokoknya males. Cari-cari di Google, ternyata ada yang menyediakan image VMware nya. Langsung saja saya download, jalankan di VMware Workstation, dan dalam kurang dari setengah jam, saya sudah bisa bilang bahwa aplikasi ini bagus atau tidak.

Kelihatannya perkembangan packaging produk Open Source dengan image VMware inilah yang paling mudah dan disukai. Cukup sediakan komputer yang cukup kencang dan RAM, anda sudah dapat mengevaluasi sebuah produk Open Source dengan cepat.

Sekedar saran kepada developer Open Source yang ingin memasarkan produknya, cobalah buat image VMware nya. Mudah-mudahan akan makin banyak orang dapat langsung merasakan manfaatnya dengan cepat, tanpa pusing tanpa pening.

Mudah-mudahan berguna,
Wassalamu ‘alaikum wr.wb.

March 22, 2006

Backup data ke DV tape via Firewire

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Teman-teman sekalian,
saya dapat link ini dari www.lifehacker.com tentang aplikasi yang bisa dipakai untuk mengubah handycam DV kita yang disambungkan ke komputer dengan kabel Firewire menjadi perangkat tape backup. Saya sih belum nyoba, karena saya nggak punya interface Firewire dan kamera DV. Ada yang mau nyoba ? Ditunggu komentarnya.

wass.wr.wb.

February 19, 2006

VM di dalam VM ??

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Tadi iseng coba jalankan Solaris 10 x86 di dalam VMWare Server. Setelah jalan, coba buat sebuah zone di Solaris tadi. Voila, akhirnya ada VM di dalam VM ;) Performanya belum tahu, ini juga masih nyoba-nyoba aja.

Akhirnya jadi punya alasan untuk ngoprek Solaris dengan Container/Zone ini, tadinya gak ada minat sama sekali. Buat apa belajar UNIX lagi kalau sudah bisa pakai FreeBSD ???

wass.wr.wb.

February 15, 2006

Barang-barang yang tertangkap kamera (2) : HD SATA 250GB

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pas dateng ke tempatku, eh ini ada barang apa ya, dari jauh kok kayak kotak Biochemical agent dari mana gitu.

Delapan SATA

Ternyata setelah dibuka, wah, ada delapan buah Harddisk. Masih segar dari toko. Kayak magazine nya senapan aja. Slurp!

Delapan SATA terbuka

Lalu sebijinya isinya … 250GB! Loemajan ;)

250GB

Entah si Harddisk ini mau dipakai buat apa, katanya sih buat repository file.

Wass.wr.wb.

Barang-barang yang tertangkap kamera (1) : Xserve G5

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Beberapa minggu ini 7650 ku penuh dengan foto-foto barang-barang aneh-aneh yang aku temukan, dan kayaknya bagus kalau di-share.

(1). Xserve G5 nya Fajri :)

Beberapa waktu yang lalu SBM-ITB belanja barang-barang Apple, salah satunya adalah Xserve G5, yaitu server 1U nya Apple. Dan saya beruntung bisa membongkar barang itu dari box nya, fresh from the oven ;)

Beberapa feat tentang Xserve ini adalah :

1. Barangnya mengkilap
2. Nggak punya card VGA, jadi musti beli card VGA dulu
3. DVD nya Slot loading
4. Suaranya silent betul, nggak berisik kayak nyalain PC biasa, nggak kayak mesin2 1U lainnya
5. Ada mekanisme kunci yang dibuka dengan obeng segi enam. Kunci ini mengamankan casing harddisk dan mendisable keyboard dan mouse.

Ini foto-foto nya.

Tampak depannya seperti ini. 1U server.
Bagian depan Xserve

Ini bagian belakangnya. Dual Gigabit, Dual Firewire 800, Dual USB, dan port Serial DB-9.
Bagian belakang Xserve

Kalau punya server 1U musti dilihat dulu jeroannya seperti apa. Ini isinya.
Jeroan nya Xserve - 1

Ini tampang jeroannya juga. Itu lihat slot PCI nya diisi card VGA. Kasihan deh server kok gak punya VGA controller sendiri ;)
Jeroan nya Xserve - 2

Prosesornya cukup satu sahaja.
Prosesor G5

Ini casing HD SATA nya. Xserve punya tiga casing HD. Membukanya gampang banget. Pastikan dia unlock dulu, cukup tekan ke dalam, lalu sudah bisa ditarik. Keren dan mudah.
HD SATA nya Xserve

Ini panel depannya, isinya tombol Power, kunci segi enam serta port Firewire. LED nya warna biru, cocok dipajang di rack server.
Panel + Kunci nya Xserve

Ini cara membukanya. Cari obeng segi enam, lalu putar. Dia tersambung ke sebuah batang yang memutar kunci. Putar untuk unlock, balikkan lagi untuk lock. Cantik dan simpel.
Cara membuka kunci Xserve

Ini kardusnya. Salah satu kesenangan saya : membongkar barang baru dari kardusnya.
Kardusnya Xserve

O ya, sekalian ini ada monitor Apple Cinema Display 30″. Enak sih, cuma ada drawback nya : Kegedean ;) Kayaknya lebih enak kalau ada 2 buah atau 3 buah LCD 20″ yang dijejer gitu ya.

Cinema Display 30\"

UPDATE : Maaf ya, Cinema Display diatas ini gak nempel di Xserve, tapi di PowerMac G5 yang nggak saya foto. PowerMac nya pake Nvidia GeForce 6600, support resolusi 1900 x 1200 an gitu, sori kalau salah.

Ok deh, segitu aja ceritanya untuk bagian pertama.

wass.wr.wb.

February 11, 2006

Virtualization (1)

Filed under: Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Dalam beberapa hari ini saya tertarik dengan teknologi virtualization. Teknologi ini adalah teknologi yang mulai menjadi tren di dunia enterprise IT akhir-akhir ini. Teknologi ini mencoba memecahkan beberapa masalah yang dihadapi, yaitu konsolidasi server IT.

Buat temen-temen yang kerjaannya ngurusin sistem IT, coba lihat aja perkembangan ruangan server anda. Kerasa nggak komputer di tempat anda itu nambah setiap hari ? Dan kerasa nggak komputer2 tadi bakal makan ruangan, makan listrik, makan AC, dan makan waktu anda untuk ngurusinnya ? Ya mungkin anda nggak nyadar sih untuk beberapa lama, tapi lama-kelamaan anda mestinya nyadar juga. Ruangan server jadi sempit, tagihan listrik makin tinggi (belum lagi TDL mau naik), AC 2 pk anda makin nggak dingin, dan anda makin capek ngurusinnya. Belum lagi kabel-kabel yang tambah banyak seliweran, campur baur kayak mie bakso.

Teknologi ini bekerja dengan mengubah server-server yang tadi harus anda pasang satu-persatu kedalam sebuah server berkapasitas besar yang menjalankan aplikasi virtualization yang berisi server-server virtual. Masing-masing server virtual ini berjalan seakan-akan ia adalah server sendiri, dan tidak merasakan bahwa ia berada dalam sebuah server fisik. Aplikasi server virtualization ini akan memberikan “rumah” bagi server virtual ini lengkap dengan hardware nya, seperti prosesor, BIOS, RAM, harddisk, network card, dan periferal lain. Istilah yang dipakai, server fisik ini dinamakan Host OS (yang punya rumah), dan server virtual nya dinamakan Guest OS (tamu rumah). Dalam pandangan si Host OS, Guest OS ini hanyalah sebuah direktori berisi file-file konfigurasi serta file disk image berukuran besar (minimal 1 GB), sehingga Guest OS ini dapat dipindah-pindah dari satu mesin ke mesin lain dengan cepat.

Untungnya dengan aplikasi ini adalah anda bisa memperkecil jumlah server yang ada di ruangan anda sehingga resource yang saya sebutkan tadi (ruangan, listrik, waktu) menjadi lebih hemat. Anda cukup memelihara 1 server besar, dengan prosesor yang besar (dual core kalau perlu, pakai AMD Opteron kalau cari harga yang murah), dengan RAM yang besar (2,4,8 sampai 16 GB) untuk menjalankan 4-8 buah server virtual., dengan asumsi bahwa server besar tadi memiliki kehandalan perangkat keras yang cukup oke.

Aplikasi virtualization yang sedang saya oprek saat ini adalah aplikasi buatan VMWare, yaitu VMWare Server. VMWare Server ini adalah aplikasi virtual server yang disediakan secara gratis. Gratis ? Iya, bener gratis. Dulunya VMWare punya dua aplikasi untuk server virtualization, yaitu VMWare ESX dan VMWare GSX, namun saat ini VMWare GSX diubah menjadi VMWare Server yang jadi gratis ini. VMWare ESX ditujukan untuk aplikasi server virtualization kelas enterprise yang handal, dan dia punya fitur Virtual SMP, yaitu jika Host punya prosesor lebih dari satu, prosesor tadi juga dapat dimanfaatkan oleh Guest OS nya juga. Guest OS nya juga bisa disimpan di SAN (Storage Area Network), sehingga dapat menampung jumlah Guest OS yang lebih banyak, serta fleksibel dalam penempatannya.

Kalau mau lihat tampang si server virtual itu, lihat gambar di bawah ini.

VMWare Server menjalankan Netware 6.5

Sekarang silakan donload aja dari web nya VMWare Server tadi. Cukup cari komputer yang RAM nya agak longgar (512 MB), dan harddisk yang agak gede. Konvert semua installer CD kedalam format ISO, dan kopi semua ke dalam komputer. Coba saja install beberapa OS di dalam VMWare ini. Selamat mencoba.

Wass.wr.wb.

January 4, 2006

Kempen Anti Laman Lucah di Malaysia

Filed under: Computer, Motivasi

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Alhamdulillah selama dua minggu kemarin saya mendapat kesempatan untuk jalan-jalan ke negeri jiran, Malaysia. Tujuan kepergian saya ke sana tak perlu saya ceritakan di sini, namun ada beberapa hal menarik yang ingin saya tulis di blog ini.

Negara Malaysia ini secara lahiriah nyaman dan enak, dibandingkan dengan Indonesia, terutama dalam hal infrastruktur umum. Harga akses Internet DSL di sini murah, cuma 88 MYR sebulan (sekitar 200 ribu) utk 1 Mbps download, 384kbps upload, dan akses GPRS nya flat di semua operator.

Namun itu bukan inti dari tulisan saya kali ini. Yang saya ingin soroti adalah kemauan dari penyelenggara akses Internet terkemuka di sana, yaitu TMNet (Telekom Malaysia) untuk mencegah penggunanya mengakses situs porno, atau dalam bahasa Malaysia nya disebut ‘laman lucah‘. Dibawah ini adalah contoh gambar kampanye anti laman lucah ini yang sempat saya potret. Selain itu poster ini juga ada di gerbang tol Malaysia (bahasa Malaysia nya lebuh raya).

Kempen Anti Laman Lucah TM Malaysia

Arti tulisan diatas kurang lebih begini :

Hindarkan diri dari situs porno
Ia membuang-buang uang dan merusakkan akhlak
Tekan Alt-F4 atau langgani tmnet xblocker dari www.tm.net.my

Yang saya salut dari kampanye ini adalah ketika pihak yang berkuasa mengerjakan kebaikan atau mencegah kemungkaran, insyaALLAH nilainya di mata Tuhan lebih besar, daripada kebaikan itu dikerjakan oleh orang biasa. Kepedulian terhadap akhlak masyarakat ini nilainya besar.

Salut buat Malaysia! Kapan ya di Indonesia bisa kayak gini ?

Wass.wr.wb.

December 15, 2005

Desktop untuk Lifehacker

Filed under: Oemoem, Computer

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Kemarin iseng-iseng lihat blog Lifehacker dan lihat posting tentang Desktop Show and Tell. Wah kayaknya asik juga. Jadi akhirnya aku juga coba submit ke accountku di Flickr.com.

Fotonya ada di bawah ini. Klik aja, nanti bisa langsung lihat notes nya di Flickr.com

Affan's X20 Desktop for Lifehacker

Mudah-mudahan berguna.

Wass.wr.wb.


Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here